Markas Besar Polri belum mengeluarkan izin keluarga duo teroris Saefudin Jaelani dan M Syahrir untuk mengambil jasad di RS Polri. Malah, Polri secara resmi belum mengumumkan siapa jasad dua teroris yang tewas dalam pengepungan di Ciputat, Tangerang, itu.
"Yang mengizinkan itu siapa, kepolisian mana? izin itu harusnya keluar dari Densus 88," kata Wakil Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Sulistyo Ishak kepada VIVAnews, Senin, 12 Oktober 2009.
Menurut Sulistyo, untuk urusan kasus-kasus teroris itu memerlukan waktu yang lebih lama. Karena, ada beberapa tahap lagi yang harus dipenuhi.
"Bukan hanya penyelesaian adminstrasi. Itu juga untuk berita acara. Mungkin densus masih memerlukan," ujar dia.
Karena, semua kerja dari tim forensik, baik itu administrasi dan sebagainya harus melalui pintu Detasemen Khusus 88. "Jadi saat ini masih menunggu administrasi dan pemeriksaan lainnya. Karena itu 'punya' Densus.
"Jadi, tidak mudah memberi izin. Masih memerlukan waktu, agar jenazah itu bisa dibawa pulang. Semuanya, tergantung Densus," kata dia lagi.
Saat ini, keluarga besar Saefudin Jaelani dan M Syahrir sudah tiba di RS Polri. Mereka siap mengambil dua jasad yang tewas dalam pengepungan Jumat, 9 Oktober lalu di Ciputat.
Sore ini sekitar pukul 17.00 WIB, Markas Besar Polri akan menggelar keterangan pers terkait pengepungan di Ciputat. Polri juga akan mengumumkan siapa sebenarnya dua jasad itu.
Rencananya, SJ dan Syahrir akan dimakamkan di TPU Pondok Rangon, Jakarta Timur, berdekatan dengan makam Ibrohim, ipar mereka. Rombongan yang datang mengambil jenazah ada 11 orang.
Pigak keluarga yang datang antara lain Irsyad Jaelani (ayah SJ dan Syahrir), Ny Asanih (ibu SJ dan Syahrir), Kholifah Sari (istri Syahrir), Sucihani (adik SJ dan Syahrir yang juga istri Ibrohim), Subhi dan Anugerah, kakak SJ dan Syahrir yang merupakan salah satu pengurus Partai Keadilan Sejahtera.
• VIVAnews
Senin, 12 Oktober 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
















0 komentar:
Posting Komentar