Senin, 12 Oktober 2009

Debut Taufiq Kiemas Sebagai Ketua MPR


Senin, 12 Oktober 2009 ini, masih terbilang sebagai hari-hari pertama Taufiq Kiemas bekerja sebagai Ketua MPR baru periode 2009-2014. Pagi ini, Taufiq sudah harus bertugas menerima Duta Besar Belanda, H. E. Mr. Dr. Nikolas Van Dam. Lantas bagaimanakah Taufiq menghadapi tugas barunya sebagai pimpinan tertinggi dari lembaga tertinggi negara di Indonesia ini?

Taufiq tampak tenang di hari pertama kerjanya. Ia terlihat cukup menguasai keadaan saat berbincang dengan Dubes Nikolas Van Dam dan staf Kedubes Belanda lainnya. Meski materi utama pertemuan mereka adalah untuk membahas persoalan tumpang-tindih hukum di Indonesia, namun mereka juga membicarakan soal bantuan bencana dari pihak Belanda kepada Indonesia.

Nikolas yang fasih berbahasa Indonesia, membuat percakapan berjalan semakin akrab dan santai. "Bantuan tolong dikoordinasi dengan baik. Jika tidak, tidak akan bermanfaat seratus persen," Nikolas berpesan kepada Taufiq Kiemas dan para Wakil Ketua MPR yang mendampinginya.

Saat Nikolas mengemukakan betapa tabahnya bangsa Indonesia menghadapi begitu banyak bencana, Taufiq sembari bergurau menuturkan tentang filosofi masyarakat Indonesia yang mungkin banyak memberi bangsa ini kekuatan untuk bertahan.

"Kalau ada bencana dengan kerusakan hingga tingkat tertentu, rakyat Indonesia terbiasa berkata: untung cuma segini, tidak lebih besar lagi," ujar suami Megawati Soekarnoputri itu.

Para staf kedutaan Belanda pun tertawa mendengar seloroh Taufiq. "Oh, itu seperti filosofi apakah kita hendak melihat gelas setengah penuh atau setengah kosong," Nikolas menimpali. Ia menambahkan, tampaknya bangsa Indonesia selalu melihat suatu kejadian dari sisi positif.

Taufiq tersenyum mendengar perumpamaan tersebut. Seperti hendak membalas pujian Nikolas kepada bangsa Indonesia, Taufiq pun menyatakan kekagumannya atas keberhasilan Belanda mengatasi bencana banjir besar ketika tanggul di negeri kincir angin tersebut sempat jebol. "Betul-betul bahaya kan tinggal di dataran rendah seperti Belanda?" Taufiq bertanya.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Nikolas langsung memberi saran-saran penanganan bencana kepada Taufiq. Pembicaraan pun berlanjut lebih personal dan hangat.

Mengantisipasi kemungkinan permukaan laut di utara Jakarta naik akibat pemanasan global, Nikolas menyarankan agar Jakarta membangun tanggul seperti di Belanda apabila hal itu benar-benar terjadi. "Tapi lebih baik saya membeli rumah di tempat yang lebih tinggi," ujar Nikolas terbahak.

Pada akhir pertemuan, pimpinan MPR dan Dubes Belanda bertukar cindera mata berupa buku.

Usai bertemu Nikolas, Taufiq dihampiri para pekerja media. Taufiq menyatakan tekadnya rajin datang ke gedung DPR/MPR terkait tanggung jawabnya sebagai Ketua MPR. "Mulai saat ini saya merubah kebiasaan karena saya memulai hidup baru (sebagai pimpinan MPR)," ujar Taufiq.

Meski baru pertama kali menerima tamu selaku Ketua MPR, debut pertama Taufiq memimpin lembaga yang berwenang memakzulkan presiden itu adalah saat mengunjungi korban gempa Sumatera Barat pada Sabtu lalu. Taufiq bersama pimpinan MPR lain seperti Hajriyanto Tohari tak lupa memberi bantuan kepada korban.

• VIVAnews

0 komentar:

Posting Komentar

 

COPASAJEE Copyright © 2009 WoodMag is Designed by Ipietoon for Free Blogger Template