Tanggal 12 Oktober 2002, tak mungkin terlupakan dalam sejarah Indonesia. Di hari itu, terjadi serangan teroris terbesar di bumi nusantara. Tak kurang dari 202 orang tewas dalam ledakan di Paddy's Cafe dan Sari Club, Kuta, Bali.
Duka juga dirasakan warga Australia, yang kehilangan 88 warga negaranya dalam peristiwa itu.
Hari ini, ratusan orang berkumpul di Pantay Coogee, Sydney, Australia untuk memperingati tujuh tahun kejadian Bom Bali I.
"Saya adalah satu dari enam ibu yang hari itu pergi ke Sari Club, saya satu-satunya korban selamat," kata Michelle James, seperti dimuat laman ABC, Senin 12 Oktober 2009.
"Orang-orang mengatakan saya beruntung. Tapi, perasaan beruntung tak pernah terbersit. Saya merasa kami semua mati malam itu," tambah dia.
Sementara itu, Perdana Menteri Negara Bagian New South Wales, Nathan Ress mengatakan tragedi Bom Bali I tak boleh dilupakan.
"Sebagian dari kita masih merasa marah, sebagian lagi menyesali tragedi itu, lainnya masih merasa tak percaya," tambah dia.
Tujuh tahun berlalu, belum semua pelaku Bom Bali I tertangkap dan dijatuhi hukuman.
MeskiTrio Bom Bali, Amrozi, Imam Samudera, dan Mukhlas telah dihukum mati di Pulau Nusakambangan. Namun, masih ada dua teroris Bom Bali I yang masih dalam perburuan.
Keduanya adalah Dulmatin dan Umar Patek. Mereka diduga lari ke Filipina Selatan, setahun setelah peristiwa Bom Bali I
• VIVAnews
Senin, 12 Oktober 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
















0 komentar:
Posting Komentar