Detasemen Khusus 88 Antiteror kembali melakukan penggrebekan rumah di Kampung Kepohsari, Mojosongo, Solo, Jawa Tengah. Diduga rumah tersebut adalah tempat persembunyian para tersangka kasus terorisme.
Penggerebekan diwarnai baku tembak antara aparat dan penghuni rumah selama delapan jam sejak pukul 23.00, Rabu 16 September 2009.
Suratmin, Ketua RT setempat, mengatakan, rumah tersebut merupakan milik seorang warga bernama Sugiyanto. Namun, sejak empat atau enam bulan lalu dikontrak oleh Susilo alias Adib warga Kagokan RT 2/11 Pajanglawean Solo, bersama istrinya Putri Munawaroh.
"Saya tidak tahu pasti kapan Susilo mulai mengontrak rumah karena baru melapor ke Ketua RT tiga bulan lalu setelah ditegur warga sekitar," ujar Suratman. "Tiga bulan lalu baru menyerahkan foto copy KTP dan surat nikah."
Susilo mengontrak rumah itu setelah istri Sugiyanto melahirkan dan tinggal di kediaman orangtuanya di Klaten. "Karena rumahnya kosong maka Pak Totok (Sugiyanto) mengontrakannya ke Susilo," ujarnya.
Menurut Suratmin, Susilo memiliki ciri fisik antara lain tinggi badan 155 sentimeter, badan agak kurus, selalu memakai baju koko dan celana panjang di atas mata kaki (menggantung). Sedangkan istrinya selalu berpenampilan dengan baju gamis dan bercadar. "Tapi perilaku dengan warga sekitar secara umum baik, ramah," ujar Suratmin.
• VIVAnews
Kamis, 17 September 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)















0 komentar:
Posting Komentar