Rabu, 09 September 2009

Sambangi Jalan Sabang

Jalan H Agus Salim, Menteng, Jakarta Pusat, yang lebih dikenal sebagai Jalan Sabang, juga dikenal sebagai pusat jajanan. Jalan sepanjang 400 meter itu patut disambangi karena di bulan Ramadan ini semakin banyak pilihan jajanan yang tersedia, khususnya penganan untuk berbuka puasa.

Sebut saja beragam es dijajakan di sana, mulai dari es cendol bandung, es bubur sumsum, es campur, es buah, es kelapa muda, es blewah, sampai sop buah. Nah, yang terakhir itu, sop buah, bukan buah yang dijadikan sup, melainkan sajian es buah dengan buahbuahan yang lebih banyak variasinya.

Di dalam es buah itu terdapat aneka macam buah, yakni anggur, apel, kolapa muda, nangka, stroberi, melon, dan blewah. Selain itu, dalam sop buah juga ditambah tomat, potongan dada agar-agar tawar, susu kental manis, air gula, dan es batu. "Memang sop buah ini seperti es buah, tapi isinya lebih komplet," ucap Kodir, pedagang sop buah di Jalan Sabang.

la mengaku sebelumnya jualan es podeng. Akan tetapi, di bukan Ramadan ini, dia berjualan sop buah untuk melayani masyarakat pembeli, khususnya yang ingin berbuka puasa dengan buah-buahan segar.

Dalam satu hari Kodir bisa menjual 100-150 gelas sop buah yang harganya Rp 7.000 per gelas. "Kalau ada yang pesan borongan bisa lebih banyak lagi," ucapnya. Dengan perhitungan itu, dia bisa meraup keuntungan kotor Rp 700.000 sampai Rp 950.000 per hari. Yang tentu saja, hasil bersih yang diperoleh bisa buat biaya sehari-hari dan membeli kebutuhan Lebaran.

Selain aneka minuman segar, tersedia pula makanan khas pembuka puasa, yakni kolak. Kolak yang dijual di sana juga bermacam-macam, tergantung isi atau bahan kolaknya. Ada pula asinan, lumpia, bakwan, Iontong, dan martabak bangka yang dijajakan oleh pedagang kaki lima di trotoar Jalan Sabang.

Bukan cuma jajanan kaki lima yang marak di Jalan Sabang, beberapa restoran, seperti Hoka-Hoka Bento, bakmi Gang Kelinci, Rumah Makan Padang, dan American Grill, juga bisa menjadi pilihan.

Seusai berbuka puasa, jangan lupa membeli makanan kering kemasan untuk disajikan saat Lebaran nanti atau buat oleh-oleh. Sebab, di Jalan Sabang juga ada toko khusus yang menyediakan makanan kering produk Khong Guan. Merck biskuit yang terkenal sejak zaman dulu kala, dan masih tetap bertahan hingga saat ini.

Toko itu pun mengambil nama sesuai dengan produsennya, yakni toko Khong Guan. "Kue-kue yang ada sini langsung dari pabriknya, jadi harganya lebih murah dibandingkan beli di minimarket," ujar seorang pramuniaga toko Khong Guan.

Di toko tersebut dijual aneka kue kering, balk dalam bentuk satuan maupun paket dengan berat 1 kilogram. Misalnya, Nissin Hexa dalam satu bungkus besar berisi 5 kantong kecil berukuran 2,00 gram dengan harga Rp 15.900. Begitu juga dengan Nissin Fry Chip dalam satu kantong besar berukuran 1 kilogram dikenakan harga Rp 15.900, dan Khong Guan Rose Cream Rp 13.300. "Beda harga seribu rupiah memang tidak ada artinya. Tapi, kalau beli dalam jumlah banyak, lumayan lebih murah," ucap Santo.

la memborong aneka kue kering dalam bentuk satuan yang dimasukkan ke dalam 7 keranjang merah. Pasalnya, is ingin membuat parcel yang akan dibagikan ke saudara-saudaranya di sekitar Jakarta. "Bikin parcel dengan kue-kue yang dibeli sendiri, bisa sesuka kita memasukkan kue-kuenya," katanya lagi.

Toko Khong Guan, bukan hanya terdapat di Jalan Sabang, melainkan juga ada di 2 tempat lainnya, yakni di Pasar Mayestik-Kebayoran Baru dan Jalan Prof Satrio-Kuningan. Toko tersebut buka pukul 09.30 hingga 20.00. Namun, menjelang Magrib toko berhenti sejenak dan pukul 18.30 toko buka kembali hingga pukul 20.00. Karena banyak makanan dan minuman yang qajakan, masyarakat dijamin enggak rugi menyambangi Jalan Sabang.

0 komentar:

Posting Komentar

 

COPASAJEE Copyright © 2009 WoodMag is Designed by Ipietoon for Free Blogger Template