Perdana Menteri Australia, Kevin Rudd tidak akan membatalkan rencana mengangkat kembali kasus kematian lima wartawan tahun 1975. Ia pun menganggap enteng peringatan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono yang meminta kasus ini tidak diungkit lagi.
Sehari sebelumnya Presiden SBY mengingatkan bahwa jika pemeriksaan diteruskan, hubungan Indonesia dan Australia bisa terganggu.
Kasus ini dinamai "Balibo Five". Tewasnya lima wartawan asing ketika tentara Indonesia melancarkan operasi di Timor Leste. Australia ingin melakukan pemeriksaan pidana atas kematian lima wartawan dari Inggris, Australia dan Selandia Baru. Mereka menyebut ada bukti yang mengarah pada tentara Indonesia sebagai pelakunya.
Presiden SBY mengimbau negara jiran di selatan agar mengendapkan kasus ini. Ia menyebut bahwa mengungkit kembali kasus ini bisa merusak hubungan baik Jakarta dan Canberra.
PM Rudd pada gilirannya menyatakan bahwa hubungan negara di dunia tidak selamanya mulus, dan dengan pemeriksaan ini pun ia yakin hubungan akan pulih kembali. "Ada guncangan-guncangan pada hampir semua hubungan di dunia dan saya kira kita harus menyelesaikan hal ini dengan baik," kata Rudd. (kompas.com)
Sabtu, 12 September 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
















0 komentar:
Posting Komentar