Dua perampok, Roman dan Maman membagi tips menghindari perampok. Seperti apa?
Musim mudik telah tiba, jutaan orang akan kembali ke kampung halamannya. Satu hal yang harus diwaspadai oleh para pemudik adalah keamanan rumah yang ditinggalkan. Menurut anggota komplotan perampok, sebut saja Roman, ada beberapa tanda rumah dalam keadaan kosong.
"Lampu menyala di siang hari, selokan kering, lalu banyak surat-surat dan koran," kata Roman, seperti ditayangkan tvOne, Rabu 16 September 2009.
Dikatakan Roman komplotan begal selalu memantau target. Anggota komplotan pun punya tugas masing-masing.
Dijelaskan dia, incara perampok biasanya rumah mewah. "Eksekusinya subuh, atau lewat tengah malam," kata dia. Biasanya perampok langsung mengincar ruangan pribadi, seperti kamar tidur, yang biasa digunakan untuk menyimpan barang-barang berharga.
Meski dihalangi protal dan hansip, tambah dia, bukan halangan bagi perampok. "Pakai baju rapi lalu bilang mau ke rumah teman," kata dia.
Menurut Roman, beberapa tips yang selama ini beredar di kalangan masyarakat tak bisa menghalangi aksi perampokan. Salah satunya imbauan untuk nmengunci pintu dan jendela. "Nggak ngaruh, jendela bisa dicongkel, termasuk yang berteralis," kata dia.
Menitipkan rumah pada tetangga, juga bukan cara efektif. "Tetangga ada lengahnya," kata dia. Demikian pula dengan pemasangan CCTV atau alarm. Kata Roman, perampok punya cara untuk menghentikannya.
Dalam aksi perampokan, Roman yang didampingi rekannya, Maman, mengaku kerap menggunakan senjata tajam. "Membawa celurit, untuk jaga-jaga. Siapa tahu masih ada pembantu dalam rumah, bisa untuk menakut-nakuti," kata dia.
Lalu bagaimana cara menghindarkan rumah dari perampokan?
"Memakai anjing," kata Manan. Anjing biasanya tahu jika ada orang yang punya niat jahat. "Satpam diperbanyak, pasangan CCTV atau alarm di tempat yang tidak biasa," kata dia.
• VIVAnews
Rabu, 16 September 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)















0 komentar:
Posting Komentar