Rabu, 02 September 2009

"Ngabuburit" di La Piazza

Ada yang menarik di Pusat Gaya Hidup, La Piazza, Mal Kelapa Gading, Jakarta Utara. Di sana telah digelar festival jajanan dan masakan pembuka puasa. Pengunjung bisa menikmati berbagai menu berbuka puasa sambil menikmati alunan musik.

Corporate Communication Manager PT Summarecon Agung Tbk, Cut Meutia, menjelaskan, kegiatan ini merupakan wujud keikutsertaan manajemen La Piazza untuk turut memeriahkan bulan suci Ramadan. "Untuk kegiatan ini manajemen mengusung tema 'Arabian Night Foodfest'," ungkap Meutia.

Festival itu berlangsung sejak 28 Agustus sampai 6 September 2009. Selain bisa menikmati bermacam panganan berbuka puasa, pengunjung juga akan dihibur dengan alunan musik yang dimainkan sejumlah kelompok band dan marawis.

Meutia menambahkan, panganan yang tersedia di festival itu adalah makanan khas Indonesia dan makanan khas negara-negea di Timur Tengah. Kehadiran La Piazza sebagai tuan rumah dalam kegiatan ini merupakan tekad PT Summarecon Agung Tbk, selaku pengembang La Piazza, dalam mendukung, mempromosikan, dan menumbuhkan usaha pedagang-pedagang kecil secara konsisten.

"Melalui event ini diharapkan akan mengangkat, tidak hanya produk yang dijajakan di festival, tetapi juga pedagang itu sendiri. Sehingga usaha mereka bisa lebih berkembang," ungkap Meutia.

Saat memasuki areal La Piazza, nuansa Timur Tengah sudah terasa. Di areal itu tampak berdiri sejumlah tenda warna putih bergaya pasar-pasar di Timur Tengah. Setiap tenda menyuguhkan jajanan dan makanan khas masing-masing. Mulai dari es cendol, es buah, berbagai macam kolak hingga makanan berat seperti sate Padang, mi Aceh, atau nasi goreng Kebob Sirih.

Selain itu, ada juga sate Afrika, doner kebab, aneka jenis kurma, martabak Medan, pindang pati, dan nasi kebuli. Pengunjung bebas memilih dan mencicipi jajanan atau makanan yang tersedia di 30 gerai berbentuk tenda dan bergaya Timur-Tengah itu. Dalam festival itu, turut serta juga tujuh restoran ternama menyajikan hidangan andalannya.

Di areal itu pun berdiri beberapa bangunan dengan ornamen bangsa Arab. Areal itu didesain sedemikian rupa, mirip dengan bangunan-bangunan di negara penghasil minyak itu. Seperti tersedianya oase, kolam kecil, dan tak ketinggalan replika onta yang merupakan hewan khas negeri padang pasir.

Sebuah kubah dibangun di Tengah-tengah area yang menjadi pusat Arabian Night Foodfest. Juga ada sebuah panggung yang didesain dengan nuansa Arab. Yang menarik lagi di festival ini adalah penampilan band maupun kelompok marawis yang menghibur para pengunjung selama Arabian Night Foodfest digelar.

Di festival ini tampil Darna Project, band yang melantunkan lagu-lagu bernuansa Islami, serta Nasyid dan Belly Dance, juga ada penampilan Natasha "suara kalbu", perkusi marawis keliling, dan parade bedug.

Bertepatan dengan pembukaan Arabian Night Foodfest itu, Mal Kelapa Gading juga meluncurkan Licence To Eat (LTE), sebuah alat bayar berupa kartu. Fungsi LTE ini sebagai alat pembayaran, namun calon pembeli lebih dahulu mendepositkan uangnya.

Kelebihan dari LTE adalah setiap uang yang dideposit tidak akan hangus meski kartu tidak digunakan. Dalam waktu jangka panjang, LTE akan menjadi alat bayar yang sah di semua gerai foodcourt Mal Kelapa Gading, danjuga menjadi Kartu serbaguna bagi member MKG Friendship Card, mendapatkan free parking, dan progaammarketing lainnya.

0 komentar:

Posting Komentar

 

COPASAJEE Copyright © 2009 WoodMag is Designed by Ipietoon for Free Blogger Template