Siapa yang tak tahu masakan kontroversi semur jengkol? Meski banyak yang menjauhi dan terang-terangan mengaku tak menyukainya, tapi tak sedikit pula yang mengaku suka atau bahkan fanatik dengan makanan ini. Bahkan dari mereka yang menyukainya banyak yang ketergantungan dan merasa tak afdol jika tak memakannya pada hari-hari tertentu.
Namun di tengah bulan Ramadhan ini banyak orang yang menghindari menyantap jengkol. Alasannya apalagi kalau bukan bau yang tertinggal. Tetapi bagi para pecinta menu jengkol, terasa kurang lengkap jika meninggalkan menu ini. Beruntung mereka mengetahui warung Bu Wati di Jl Panjang Kebonjeruk, Jakarta Barat.
Memang rata-rata orang yang tak menyukai aroma jengkol memuaskan hasrat makan jengkolnya di warung yang telah ada sejak 1999. Ada resep rahasia yang ingin disingkap Bu wati kenapa jengkolnya bebas dari aroma tak sedap. Selain bau jengkol yang nyaris hilang, pada masakan semur jengkol buatan wanita berumur 56 ini, biji jengkol pun tak keras dan begitu lunak saat digigit.
Begitu juga dengan keharuman bumbu semur yang begitu menusuk hidung seakan menuntun lidah untuk tidak pernah berhenti. Semur jengkol buatan Wati akan lebih nikmat jika dihidangkan dalam kondisi hangat bersama dengan nasi uduk serta lauk tempe goreng. Kuah semur yang gurih dipadu dengan jengkol yang pulen membuat siapa saja yang memakannya akan sulit melupakan kelezatan menu masakan nusantara yang satu ini.
Rahasianya, tutur Wati, biji jengkol terlebih dahulu direndam dan direbus hingga air mendidih. Proses perebusan inilah yang membuat bau jengkol berangsur-angsur hilang. Selain itu, perebusan yang dilakukan juga berfungsi supaya biji jengkol menjadi lunak. Usai lunak, jengkol tersebut dipipihkan dengan cara perlahan.
Hal yang perlu diperhatikan menurut Wati, bagaimana cara memasaknya yang baik dan benar. Ditambahkan Wati, sebelum direbus, kulit jengkol terlebih dulu dikupas lalu dibuang. Penumisan bumbu yang dilakukan hingga bumbu terasa harum. Setelah itu masukkan jengkol, salam, serai, tomat, kecap manis, air, garam, dan lada. Tunggu sampai matang dan nikmati.
Sekilas Tentang Jengkol
Masakan atau sayuran berbahan utama jengkol ini, ternyata tak hanya di konsumsi di Indonesia. Beberapa negara beriklim tropis lain seperti Malaysia dan Thailand ternyata juga gandrung dengan makanan ini. Di beberapa negara tersebut ternyata jengkol memiliki penggemar yang tak sedikit. Terbukti dalam sehari lebih dari 100 ton jengkol diproduksi di dua negara itu.
Di Jawa Barat atau orang sunda, biasanya jengkol dilalap dengan menggunakan daun-daunan segar yang dipadu dengan sambal terasi. Lain halnya masyarakat Betawi, yang kerap menggunakan jengkol sebagai bahan utama pembuatan semur yang dimakan bersama nasi uduk. Begitu juga dengan daerah lain yang menggunakan jengkol menurut selera dan tradisinya masing-masing.
Jengkol sering pula dibuat menjadi keripik atau krupuk. Pada makanan ini orang sering menyebutnya kripik atau krupuk jengkol. Cara pembuatannya dilakukan dengan ditumbuk hingga pipih. Setelah itu dikeringkan dan digoreng sampai garing. Kerupuk jengkol begitu nikmat jika dimakan bersama nasi panas, sambal dan sayur sebagai lauk pauk.
Jengkol termasuk tanaman polong-polongan, yang masuk dalam golongan kacang. Buahnya berupa polong dan bentuknya gepeng besar berbelit dan berwarna lembayung tua. Biji buah berkulit ari tipis dengan warna coklat mengkilap. Jengkol dapat menimbulkan bau yang tidak sedap setelah diolah dan diproses oleh pencernaan.
Senin, 07 September 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
















0 komentar:
Posting Komentar