Menurut laporan Pusdalops Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), korban itu tersebar, yakni 10 orang di Kabupaten Cianjur, 10 orang di Kabupaten Garut, 2 orang di Kabupaten Sukabumi, 9 orang di Kabupaten Tasikmalaya, 8 orang di Kabupaten Bandung, 1 orang di Kabupaten Bandung Barat, 2 orang di Kabupaten Bogor, dan 4 orang di Kabupaten Ciamis.
Meski demikian, jumlah ini dikhawatirkan terus bertambah karena laporan sebelumnya yang diterima Redaksi Kompas.com dari Kecamatan Cibinong, Cianjur, menyebutkan, sedikitnya ada 13 jenazah ditemukan tertimbun longsoran tanah dan batu yang menimpa perumahan warga.
Selain itu, sebanyak 10 orang yang ditemukan mengalami luka berat dan 137 orang luka ringan. Data sementara jumlah pengungsi sebanyak 450 jiwa di Kabupaten Tasikmalaya dan 180 jiwa di Kabupaten Kuningan.
Selain korban jiwa, bencana ini juga mengakibatkan ribuan rumah rusak berat dan rusak ringan. Data Pusdalops BNPB menyebutkan, sebanyak 8.835 unit rumah rusak berat dan 10.106 unit rumah rusak ringan terdapat di 10 kabupaten/kota. Data kerusakan terbanyak terdapat di Kabupaten Ciamis sebanyak 5.085 unit rusak berat dan 6.211 unit rusak ringan.
Sementara itu, di Kabupaten Garut tercatat sebanyak 965 unit rumah roboh/rusak berat, 1.840 unit rumah rusak ringan, dan 298 unit sekolah, 160 unit tempat ibadah, serta 14 unit kantor juga mengalami kerusakan.
Selain di Jawa Barat, dampak gempa juga terjadi di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, sebanyak 300 unit rumah rusak berat dan 282 unit rusak ringan.
Sejauh ini BNPB telah mengirimkan Tim Reaksi Cepat bersama Depsos dan Depkes ke lokasi kejadian bencana gempa bumi di Jawa Barat dengan membawa bantuan berupa: tenda peleton 40 unit, tenda regu 80 unit, tenda keluarga 100 unit, tenda gulung 1.000 unit, alat dapur 400 set, sandang 400 unit, kidware 400 unit, family kid 400 unit, selimut 1.000 buah, dan tikar 1.000 lembar. (kompas.com)
















0 komentar:
Posting Komentar