Bayi dan balita kerap sakit sebagai wujud traumanya. Hal ini jugalah yang dialami oleh para bayi dan balita Desa Cikangkareng, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat yang menjadi korban bencana gempa dan tanah longsor dua hari silam. Bersama dengan orang tua dan orang dewasa lainnya, mereka masih tinggal di tenda-tenda pengungsian yang tersebar di 14 titik di Desa Cikangkareng.
Menurut Indah, sebagian besar bayi dan balita mengalami demam dan diare. "Jadi, kebutuhan yang paling mendesak itu mah justru perlengkapan bayi dan balita. Hasil survei dari posko hunian, dampak dari trauma anak jadi sakit demam dan diare setelah kejadian ini," tutur Indah, relawan PMI Kecamatan Cibinong yang bertugas di Posko Utama Bencana kepada Kompas.com, Jumat (4/9).
Indah mengungkapkan, memang makanan juga menjadi kebutuhan mendesak. Namun, hingga hari ketiga pascabencana, persediaan makanan untuk para korban diakuinya sudah mulai mencukupi.
Selain itu, karena Kampung Babakan Caringin Desa Cikangkareng merupakan daerah dengan dampak bencana terparah, Indah menambahkan kain kafan juga menjadi kebutuhan mendesak.
"Meski baru 25 orang yang ketemu. Masih ada 30-an yang masih dicari," tandas Indah. (kompas.com)
















0 komentar:
Posting Komentar