Ribuan orang yang berasal dari berbagai elemen masyarakat, Rabu, berkumpul di Lapangan Satianegara, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, untuk menyatakan sikap menentang klaim Malaysia terhadap sejumlah seni budaya Indonesia.
"Sebelumnya kami tidak memiliki niat untuk melakukan aksi seperti yang dilakukan di daerah-darah lain di Indonesia," kata Bupati Sukoharjo, Bambang Riyanto.
Akan tetapi, lanjutnya, lamban dan belum tegasnya sikap Pemerintah Indonesia dalam menanggapi klaim Malaysia tersebut mendorong sejumlah elemen masyarakat di Kabupaten Sukoharjo melakukan aksi unjuk rasa tersebut.
"Saya sangat mendukung sikap perlawanan seperti yang dilakukan masyarakat Sukoharjo saat ini. Perlawanan seperti ini wajar karena menyangkut harga diri sebuah bangsa," katanya.
Dalam aksi unjuk rasa tersebut, Bambang Riyanto mengatakan, masyarakat harus siap jika terjadi konfrontasi dengan Malaysia. Bahkan, Bambang Riyanto berjanji untuk ikut dalam konfrontasi tersebut.
Bambang mengatakan, ada tiga tuntutan yang disampaikan dalam aksi unjuk rasa tersebut kepada Pemerintah Indonesia.
"Pertama, Pemerintah Indonesia jangan melakukan lagi diplomasi basa-basi dengan pemerintah Malaysia terhadap tindakan pelanggaran yang merugikan bangsa Indonesia. Jika perlu, kita memutuskan hubungan diplomasi dengan Malaysia," katanya.
Kedua, lanjutnya, Pemerintah Indonesia harus melindungi segala bentuk aset dan kekayaan budaya bangsa, keutuhan NKRI agar tidak diklaim lagi oleh Malaysia. "Terakhir, kami mengajak seluruh komponen bangsa yang berada di provinsi lain di Indonesia untuk merapatkan barisan melawan Malaysia," katanya.
Selain itu, kata Bambang, pihaknya juga menuntut agar Pemerintah Malaysia meminta maaf terhadap bangsa Indonesia terhadap pelecehan lagu Indonesia Raya, dan perlakuan kasar terhadap para tenaga kerja Indonesia (TKI).
Aksi unjuk rasa tersebut juga diwarnai aksi membakar dua replika bendera Malaysia. Namun, tidak ada aksi pembubaran yang dilakukan pihak kepolisian terhadap aksi pembakaran dua replika bendera Malaysia tersebut.
Selain pembakaran replika bendera, aksi yang digelar Barisan Rakyat Bela Nusa Bangsa tersebut juga diwarnai penandatangan surat pernyataan sikap yang dilakukan berbagai elemen masyarakat Sukoharjo yang kemudian diserahkan Bupati kepada jajaran DPRD Kabupaten Sukoharjo. (kompas.com)
Rabu, 02 September 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
















0 komentar:
Posting Komentar