Senin, 14 September 2009

Hingga 2011, Reformasi Birokrasi Belum Dapat Diterapkan Sepenuhnya

Target Pemerintah untuk menyelesaikan reformasi birokrasi pada seluruh jajarannya pada 2011 mendatang sepertinya tidak akan tercapai. Pasalnya hingga saat ini reformasi birokrasi hanya sebatas jargon yang ramai disuarakan.

"Pada 2011 reformasi birokrasi tidak akan selesai. Ini hanya seperti upaya membagi kue anggaran," ujar Aah Mactuh koordinator program Prakarsa di Hotel Harris, Jakarta, Senin (14/9 ) .

Ia mengatakan, alat ukur keberhasilan reformasi birokrasi juga tidak jelas. Pihak Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) memaknai keberhasilan reformasi birokrasi hanya sebatas keberhasilan meloloskan incumbent menduduki posisinya kembali.

Selain itu, kata dia, tiap-tiap Departemen belum mempunyai kesadaran untuk melakukan reformasi birokrasi. Selama ini reformasi birokrasi dilakukan seperti urut kacang. "Setelah Depkeu, lalu BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) dan beberapa Departemen. Tapi sebenarnya belum ada kesadaran yang sungguh-sungguh dari mereka," kata dia.

Ia juga menyesalkan penetapan anggaran sebesar Rp 1,8 triliun untuk remunerasi pada reformasi birokrasi. Menurutnya sistem remunerasi dan kenaikan gajin PNS sebesar 5 persen tetap saja tidak akan mendukung terlaksanannya reformasi birokrasi seutuhynya.

Lebih jauh ia mengatakan, rencana pemerintah yang akan menambah 300.000 PNS pada 2010 mendatang adalah salah satu indikasi kegagalan reformasi birokrasi. "Penambahan PNS tersebut adalah suatu hal yang bertolak belakang dengan tujuan reformasi birokrasi," pungkasnya. (kompas.com)

0 komentar:

Posting Komentar

 

COPASAJEE Copyright © 2009 WoodMag is Designed by Ipietoon for Free Blogger Template