Rabu, 09 September 2009

Harga Minyak Melonjak, Tembus US$71/barel

Harga minyak mentah di bursa utama dunia secara tak terduga naik lebih dari US$3 sehingga berhasil menembus US$71 per barel. Lemahnya nilai tukar dolar mendorong investor untuk memborong komoditas seperti minyak dan emas.

Di bursa Nymex, New York, Selasa sore (Rabu dini hari WIB)), harga minyak light sweet untuk kontrak Oktober naik US$3,08 menjadi US$71,10 per barel. Padahal, harga minyak masih berada pada posisi US$68,02 pada Jumat pekan lalu, setelah naik sebesar 6 sen. Sedangkan harga minyak Brent naik US$2,89 menjadi US$69,42/barel di bursa ICE Futures, London.

Sebelum kenaikan harga minyak terjadi, nilai tukar dolar atas euro dan sejumlah mata uang lain jatuh ke level terendah tahun ini setelah harga emas berhasil menembus harga US$1.000 per ons untuk kali pertama sejak Februari lalu.

Menurut analis Phil Flynn, investor sering berpaling ke komoditas sebagai penahan inflasi dan efek dari melemahnya dolar. Naiknya harga emas mengikutsertakan minyak.

Sementara itu, para pemimpin negara-negara OPEC (Organization of Petroleum Exporting Countries) memberi sinyal bahwa mereka berencana untuk mempertahankan level produksi. Mereka bertemu hari ini di Wina, Austria. Keputusan untuk tidak mengubah jumlah kuota produksi akan membuat harga minyak menjadi lebih rendah.

Menteri perminyakan Arab Saudi, Ali Naimi, kemarin mengatakan bahwa harga minyak sudah berada dalam bentuk yang bagus. Pernyataan itu semakin meyakinkan dugaan bahwa OPEC akan menggunakan pertemuan pekan ini untuk menegaskan ketetapan kuota produksi, bukan mengurangi produksi. (AP)
• VIVAnews

0 komentar:

Posting Komentar

 

COPASAJEE Copyright © 2009 WoodMag is Designed by Ipietoon for Free Blogger Template