Sepuluh orang ditangkap setelah sebuah aksi unjuk rasa menentang pembangunan masjid di barat daya London berujung rusuh, Jumat 11 September 2009.
Menteri Kemasyarakatan dan Pemerintahan Daerah Inggris John Denham mengecam demo yang digelar kelompok ektrim anti-Islam, Liga Pertahanan Inggris (EDL), tersebut.
Denham mengatakan, demonstrasi EDL sengaja dilakukan untuk menyulut kekerasan. Kelompok militan ini kerap terlibat dalam sejumlah kerusuhan di Birmingham.
"Saya yakin EDL bukan kelompok besar. Namun, beberapa di antara mereka sangat mengerti apa yang mereka lakukan," kata Denham kepada BBC di London, Sabtu 12 September 2009.
"Jika menelaah tipe demonstrasi, bahasa dan target yang mereka pilih jelas untuk menciptakan strategi untuk memprovokasi, mendapat respons dan menciptakan kekerasan," ujar dia.
Lebih dari seribu orang yang tergabung dalam kelompok "Stop Islamisasi Eropa," salah satu bagian dari jaringan EDL, berkumpul di luar Masjid Raya Harrow. Para demonstran menyatakan mereka menggelar aksi itu untuk menentang pembangunan masjid lima lantai di sebelah Masjid Raya Harrow.
Kelompok muslim setempat dan anggota serikat antifasis menghadang pengunjuk rasa dan menyatakan akan mempertahankan masjid.
Kekacauan terjadi ketika polisi berusaha menghentikan konfrontasi antara dua kelompok. Bahkan, beberapa batu bata, botol, dan petasan dilemparkan ke arah polisi.
Sembilan orang ditangkap karena membawa senjata seperti palu, pahat, dan botol berisi cairan pemutih. Seorang lainnya ditahan untuk mencegah kekerasan lebih lanjut, meski segera dibebaskan.
Denham mengajak koleganya dalam pemerintahan untuk memastikan kejadian serupa tidak terjadi lagi. Namun, Denham mengimbau untuk menghindari penyelesaian masalah melalui konfrontasi reaksioner.
Sementara itu, EDL diketahui telah merancang sejumlah aksi anti-Islam lain di Manchester, Leeds, dan Luton selama beberapa pekan mendatang.
EDL juga diduga sudah mengundang ratusan pendukung mereka untuk datang ke Lapangan Trafalgar, Minggu 12 September 2009.
Departemen Kemasyarakatan menyatakan, komentar Denham merupakan awal upaya memangkas perkembangan ekstremis sayap kanan.
Kampanye akan digelar sepanjang musim gugur untuk menghapus rasa alienasi dan kurang perhatian yang dirasakan sejumlah pihak.
Pemerintah akan berupaya meningkatkan rasa memiliki dalam sebuah lingkungan dan memahami penyebab masyarakat merasa diabaikan.
• VIVAnews
Sabtu, 12 September 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)















0 komentar:
Posting Komentar