Sebanyak delapan kamera CCTV dipasang oleh UPTD Terminal Tirtonadi Solo. Pemasangan itu untuk memantau arus mudik yang masuk ke Terminal Tirtonadi. Kedelapan kamera tersebut dipasang dibeberapa titik antara lain pintu masuk, pintu keluar barat dan timur, menara, jalur bus Yogyakarta, jalur bus Sragen, dan jalur angkutan pedesaan.
“Kamera tersebut untuk memantau kondisi di lapangan. Bilamana petugas terminal tidak bisa mengcover pemantauan di lapangan, maka kamera itu bisa diandalkan,” kata Kepala UPTD Terminal Tirtonadi, Sardjono kepada VIVAnews di Solo, Rabu, 16 September 2009.
Dari delapan kamera itu, disebutkan dia, tujuh memiliki kemampuan bisa diputar hingga 360 derajat. Sedangkan, yang satu hanya memiliki kemampuan statis. “Semua kamera itu terintegrasi satu jaringan sehingga memudahkan petugas untuk mengawasi arus mudik. Itu lebih praktis daripada mengerahkan petugas di lapangan,” terang Sardjono.
Dengan begitu, dia berharap setiap ada permasalahan di lapangan bisa ditangani dengan cepat. “Kalau ada insiden di lapangan petugas jaga kamera akan segera memanggil petugas lainnya untuk segera bergerak mengatasi hal tersebut,” papar dia.
Pengadaan delapan kamera plus monitor di Terminal Tirtonadi menelan biaya sekitar Rp 388 juta dari pagu anggaran Rp 458,5 juta yang dianggarkan oleh Dinas Perhubungan Kota Solo. “Keberadaan kamera tersebut sangat bermanfaat sekali,” kata Sardjono.
Pemasangan kamera CCTV ini merupakan yang pertama kali di Terminal Tirtonadi Solo yan secara kebetulan bertepatan dengan arus mudik Lebaran 2009.
• VIVAnews
Rabu, 16 September 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)















0 komentar:
Posting Komentar