Sekurangnya seratus pasien rawat inap di RSU dr Slamet Garut mengajukan "cuti" Lebaran untuk berkumpul bersama keluarga di rumah masing-masing. Hal itu dikatakan Kepala RSU dr Slamet Garut.
"Mereka telah mendapatkan izin 'cuti' Lebaran karena proses penyembuhan penyakit yang dideritanya hampir tuntas, sedangkan pasien rawat inap yang masih mengalami sakit berat terpaksa dilarang melakukan 'cuti' Idul Fitri," kata Kepala RSU itu, dr Hj Widjayanti Utoyo, Sabtu (19/9).
Banyak ruang perawatan yang menjadi lengang. Namun, ia mengatakan, semua instalasi jasa layanan kesehatan terus dilakukan, termasuk untuk mengatasi kemungkinan adanya kasus darurat selama berlangsung arus mudik dan balik Lebaran.
Diingatkan pula, bagi semua pasien rawat inap yang menjalani "cuti," paling lambat tiga hari pasca-Lebaran telah kembali ke ruang masing-masing. Mereka sebelumnya sudah dibekali obat-obatan dan petunjuk medis untuk kelanjutan proses pemulihan.
Dia juga mengatakan, sejak arus mudik berlangsung hingga hari ini pukul 09.30 WIB, masih belum terdapat rujukan kasus kecelakaan lalu lintas, yang juga diharapkan tak pernah terjadi.
"Pada Pos Kesehatan terminal Guntur hingga kini telah memberikan jasa layanan terhadap 188 pasien, yang sebagian besar menderita gastritis (penyakit lambung), umumnya dialami para pemudik yang turun di terminal tersebut," ungkap dua perawatnya, Rita dan Teguh.
kompas.com
Sabtu, 19 September 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
















0 komentar:
Posting Komentar