Minggu, 30 Agustus 2009

Saykoji setelah Lagu Online Booming


Tak Lagi Bingung Susu Anak Banyak yang mengira bahwa lagu Online milik Saykoji sekadar lagu baru pesanan iklan sebuah provider telekomunikasi. Padahal, lagu tersebut diperkenalkan lewat internet sejak September 2008. Itu dilakukan setelah pria pemilik nama asli Ignatius Penyami yang konsisten berkarir di jalur musik rap tersebut keluar dari sebuah label perusahaan rekaman.

Pada 2007, Saykoji dihadapkan pada sebuah kondisi sulit. Sebagai imbas dari terpuruknya penjualan album lagu secara fisik, perusahaan label Blackboard yang menaunginya memberikan dua pilihan. Yaitu, bertahan di label itu tanpa kejelasan kapan rilis album baru atau dia boleh bebas pergi.

Saykoji memilih yang kedua. Dia hengkang dan bergerak di jalur indie. Bersama Blackboard, Saykoji sudah merilis dua album; Sowhatgituloh (2005) dan Musik Hati dengan lagu andalan Jomblo (2006). "Secara mainstream, Sowhatgituloh album perdana saya," ujarnya saat ditemui di Patra Jasa kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (27/8).

Sebelum itu, Saykoji banyak merilis album indie. Dihitung-hitung, kata dia, bisa sampai sepuluh album. Hanya, hasil rekaman tersebut juga dipasarkan sendiri. "Ya, lucu-lucuan saja. Kualitasnya jelek banget," ujar pria kelahiran Balikpapan, 8 Juni 1983, itu.

Namun, setelah album Musik Hati itu, Saykoji benar-benar tidak merilis album lagi. Agar tetap eksis, tidak ada cara lain baginya selain terus berkarya dan dipublikasikan di internet. "Berusaha untuk eksis, walaupun nggak ada uang promo, nggak ada label, ya pakai internet. Jadi, di My Space, YouTube, Friendster, itu saya kencengin semua di situ. Berapa puluh orang saja yang tahu. Yang penting, tetap ada yang tahu," tuturnya.

Termasuk lagu Online yang saat ini booming. Kali pertama dipublikasikan di YouTube pada September 2008, ada klip video yang dia buat sendiri dengan webcam. "Kalau buka YouTube, search Saykoji Online (home version), bakal ketemu videonya," imbuhnya.

Lagu Online merupakan curhat Saykoji atas perilakunya berinternet ditambah cerita teman-temannya yang kerja kantoran dan sering curi-curi waktu untuk online. "Ngerap ini bagian dari hobi, yang di satu titik baru nyadar, oh ternyata bisa ya buat cari uang. Kenapa fokus ke sini, saya sadar bahwa saya nggak atletis, otak nggak pintar, hitung-hitungan nggak oke, prestasi sekolah juga biasa saja," cerita Saykoji tentang keputusannya bertahan di jalur musik rap.

Meski begitu, Saykoji sempat hampir putus asa. Betapa terpuruknya dia ketika keluar label, khususnya urusan finansial. "Nggak usah dulu (dua tahun lalu) deh. Kalau ketemu lima bulan lalu saja, ada sih manggung, tapi ngepas banget. Saya mikir gimana beli popok sama susu anak. Serius. Tanya sama istriku," ungkap suami Tessy itu.

Begitu lagu Online terpakai untuk iklan dan single-nya dipromosikan, keadaan berubah. Semula tinggal menumpang di rumah orang tua, sudah dua minggu ini dia mulai ngontrak dan berencana membeli rumah. "Bisa beli mobil juga, walaupun bekas mertua. Ini pun baru pakai dari uang iklan sama manggung, belum RBT," terang ayah Aaron Miguel Penyami (2,5 tahun) itu.

Saykoji sangat berterima kasih kepada Tessy, perempuan yang menjadi pacarnya sejak 2002 dan dinikahi pada 2005. Dialah yang memotivasi agar Saykoji menjadi rapper sungguhan dan tetap menjaga semangatnya saat didera cobaan. "Kadang ada saatnya mikir apa kerja kantoran saja ya atau jualan cendol. Yang penting dapat uang. Tapi, istri selalu bilang, 'jangan dong!'," ceritanya.

Dulu, Saykoji merasa masih sebagai seorang yang sulit bergaul. Tessy lalu mengkritik, bagaimana bisa seorang yang bekerja di bidang entertainment tidak luwes dalam pergaulan. "Ya, dulu memang sulit banget ngomong. Tapi, sekarang sih sudah bisa," ujar pria yang drop out dari Jurusan Jurnalistik Universitas Pelita Harapan karena memilih karir itu. (jawapos.co.id)

0 komentar:

Posting Komentar

 

COPASAJEE Copyright © 2009 WoodMag is Designed by Ipietoon for Free Blogger Template