Abu Jibril, ayah dari Mohamad Jibril, membenarkan anaknya pernah belajar agama di Pakistan selama tiga tahun. "Dia pernah nyantri di Pakistan tiga tahun," kata Ketua Lajna Tanfidzyah Irvan S Awas mewakili Abu Jibril seusai menemui pihak Polri di Mabes Polri Jakarta, Kamis (27/8).
Hal tersebut dikatakannya menanggapi pertanyaan atas pemberitaan yang menyebutkan bahwa Jibril bergabung dengan organisasi Al Ghurabh di Pakistan.Namun, ia tidak menjawab apakah benar Jibril bergabung dengan organisasi tersebut. Ia hanya mengatakan, "Pertanyaannya apa Al Ghurabh suatu gerakan teroris? Di Pakistan Al Ghurabh bukan suatu larangan," tuturnya.
Mengenai identitas ganda Jibril dengan nama lain Muhammad Ricky Ardan yang tercantum dalam paspor, ia mengaku tidak mengenal nama lain dari Jibril tersebut. "Tidak tahu, kami hanya kenal Mohamad Jibril. Saya kira yang bersangkutan yang akan beri keterangan tentang itu," kata dia.
Ketika ditanya adanya hubungan Jibril dengan orang-orang luar negeri sebelum bom Mega Kuningan, ia menjawab, sebagai seorang jurnalis, Jibril dapat bergaul dengan siapa saja tanpa ada batasan. Jadi, tidak bisa dihubungkan antara apa yang dituduhkan kepada Jibril dan aktivitas dia sebelumnya.
"Wartawan itu kenalannya internasional. Kalau ditanya ada hubungan dengan Inggris, Amerika, Rusia, Arab, dan Irak, itu pekerjaan wartawan dan tidak perlu dibingungkan," tuturnya. (kompas.com)
Kamis, 27 Agustus 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)















0 komentar:
Posting Komentar