Ibarat virus, wabah Facebook benar-benar sulit dikendalikan. Sebagian besar pengguna internet merasakan manfaatnya bahkan tidak sedikit yang sudah mencapai level kecanduan.
Selama ini, kita hanya mengenal Facebook melalui situsnya. Lalu seperti apakah sebenarnya markas Facebook yang sebenarnya.
Bila Anda berkunjung ke San Fransisco, CA, lalu menempuh perjalanan dengan mobil sekitar 45 menit ke arah selatan, Anda akan sampai di suatu daerah yang dikenal dengan nama Silicon Valley.
Bisa disevbut Silicon Valley ini adalah daerah yang cukup elit. Di sini pulalah banyak perusahaan besar, terutama yang bergerak di bidang IT, bermarkas.
Anda pasti kenal dengan nama-nama seperti Apple Computer, Google, Yahoo, Cisco System, Oracle atau Nvidia. Minimal pernah dengar namanya, atau malah menggunakan produk/jasanya. Di are ini pulalah Facebook bermarkas.
Berawal dari rasa penasaran, dan kebetulan tinggal beberapa hari di Santa Clara untuk menghadiri seminar, masih di area Sillicon Valley, saya ingin sekali melihat dari dekat headquarter dari perusahaan yang menghebohkan dunia ini.
Setelah mendapatkan alamatnya, cari sebentar di Google Map, 135 University Street, Palo Alto, ternyata Facebook Office dapat dicapai hanya dengan naik Caltrain atau kereta ekspres yang menghubungkan kota-kota di California Barat, turun di Palo Alto Caltrain Station, jalan kaki satu blok langsung sampai.
Namun sesampainya disana, ternyata saya harus kecewa karena kantor yang bertempat di sebuah pertokoan di Down Town Palo Alto ini sudah kosong.
Saya mendapat informasi dari polisi setempat bahwa mereka sudah pindah kantor ke California Avenue beberapa waktu yang lalu.
Singkat cerita, marksa besar Facebook yang baru ternyata beralamat di 1601 California Avenue, masih di Palo Alto. Untuk sampai ke lokasi ini, bisa dicapai dari California Avenue Caltrain Station, satu station dari Palo Alto Station, lalu naik bus nomor 89 turun di persimpangan California Ave dan Hannover Street, tinggal jalan 5 menit.
Kantor baru ini sangat berbeda suasananya dengan kantor yang lama di Univerity Street. Kantor lama adalah bangunan pertokoan tiga tingkat yang lokasinya cukup ramai karena dekat dengan pusat bisnis.
Sedangkan kantor yang baru berlokasi di area yang lebih sepi, jarang orang berlalu-lalang dan tidak ada bangunan bertingkat.
Luasnya sekitar 2.000 meter per segi, jauh lebih luas dari kantor yang lama. Mungkin karena alasan ini juga mereka terpaksa harus pindah, karena bisnis mereka yang semakin besar.
Seperti umumnya kantor-kantor di area ini, Facebook Office juga dikelilingi taman yang terawat dengan baik sehingga suasananya tidak seperti kantor perusahaan kelas dunia yang penuh kesibukan. Bahkan cenderung seperti tempat rekreasi atau tempat yang cocok untuk berolahraga pagi dan sore karena udaranya begitu segar.
Pegawai-pegawai Facebook kebanyakan adalah penduduk setempat yang bertempat tinggal di San Jose, Sunnyvalle, Mountain View, Palo Alto, Santa Clara dan Milpitas.
Mereka berasal dari suku bangsa yang beragam. Ada yang orang Amerika asli, banyak pula pendatang asal Amerika Latin dan Asia.
Suasana bekerja di Facebook cenderung terlihat cukup santai, hal ini terlihat dari wajah-wajah ceria dan sikap ramah para karyawannya.
Yang terlihat agak berbeda dengan kaum kantoran di Jakarta adalah pakaian mereka yang terlihat sangat kasual, santai, jauh dari business dress yang umum kita lihat di Jakarta.
Mungkin mereka juga terlihat happy karena nilai perusahaan mereka yang semakin meroket. Tentunya dengan sistem jatah stock option yang diterapkan perusahaan-perusahaan di Amerika, sangat berpotensi membuat para karyawan Facebook ini menjadi jutawan, walaupun masih di atas kertas.
Kantor baru ini tampaknya belum terlalu siap beroperasi. Secara fisik masih terlihat ada perbaikan disana-sini. Dan juga company sign yang tampak masih ala kadarnya.
Facebook juga belum mempunyai Visitor Center, layaknya perusahaan-perusahaan besar lainnya seperti Apple, Intel, Nvidia yang mempunyai Merchandise Shop dan Visitor Center sehingga memudahkan para pengunjung untuk lebih mengenalnya.
• VIVAnews
Selasa, 23 Juni 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)















0 komentar:
Posting Komentar